Goingback bahasa Indonesia chapter 18

CHAPTER 18 – KE KUIL ANGIN

Setelah menikmati makan malam sushi kami, kami memutuskan untuk pulang dan mandi. Karena Elena tidak tau bagaimana menggunakan perlengkapan kamar mandi, aku masuk ke kamar mandi bersamanya dan mengajarinya dengan penuh kelembutan… mana mungkin hal itu terjadi. Aya sedang mengajari Elena penuh antusias, aku bahkan dapat mendengarnya berteriak dari dalam kamar mandi. I-itu gak kayak aku penasaran atau apapun ya, aku gak berpikir untuk ngintip sama sekali!!

|tlnote: tsundereka omaewa!! (;一_一)
Selagi aku sedang menderita secara mental, tugasku adalah menanak beras yang berulang ulang kali aku isi ke dalam wadah plastique yang kemudian aku masukan ke inventory ku.

Keduanya keluar setelah beberapa saat, seperti yang aku pikirkan Elena mengenakan mantel mandi yang kubeli saat itu tapi tak pernah kupakai pada akhirnya. Itu terlalu besar di dia dan lengannya terlalu panjang. Lumayan erotis, ini sebuah pertanda baik!!

Aya mengenakan Kaos yang bertuliskan “ If you work, you lose” yang aku beli tapi tak pernah ku pakai. Itu terlalu besar untuknya hingga membuatnya seperti mengenakan gaun one-piece. Mengenakan kaos ku tanpa ijimku! Hanya melihat membuatku merasa jengkel.

Aku juga mandi setelah Elena dan Aya. Entah mengapa aku gak kepikiran  tentang air di kamar mandi juga air sama yang di pakai Elena dan Aya juga pasti, aku gak kepikiran sama sekali ya! Tidak sedikitpun!
Memasuki kamar mandi, ini sangat nyaman hingga aku merasa mengantuk , sebelumnya aku memutuskan untuk tidur siang, entah mengapa-
Futon kami gak cukup futon!

Disana hanya ada futon yang aku kenakan.
Karena adik ku pindah pas saat aku mau pindah perusahaan dan futon adikku di bawa pergi, entah mengapa hari ini hanya perjalanan sehari dan pindah yang sebenarnya harusnya minggu depan. Aku sangat senang karena bisa menghemat biaya transportasi dengan skill ku.

Jika aku tahu bakal sperti ini, ku rasa aku gak harus meninggalkan Elena di gereja~
Akhirnya, Aya dan Elena tidur di kasur ku sambil memeluk bersama, dan aku tidur sendirian di kantung tidur yang aku belio untuk keadaan darurat.


********


Diesok harinya, aku bangun bersamaan dengan mekar indahnya matahari, keduanya sepertinya masih tertidur. Aku membuat sarapan dengan hati-hati agar tak membangunkan mereka.

Sarapan hari ini adalah beacon dan telur dengan salad dan sup miso. Masih ada sisa nasi kemaren, jadi aku memasaknya lagi untuk sarapan.

Saat aroma dari nasi memenuhi ruangan keduanya mulai terbangun, dan akhirnya kami pun memutuskan untuk sarapan.

[Aku juga pengen menggunakan sumpit]
Elena sendiri yang gak menggunakan sumpit jadi  dia mengatakan hal tersebut.

[Baiklah, ayo kita biarkan kau mencoba belajar menggunakan sumpit.]

[Ya!]

Dia menjawab penuh dengan antusias dan mulai mencoba, entah mengapa itu tidak berjalan dengan baik dan dia berangsur-angsur menangis.

[Okay, itu sudah cukup untuk hari ini]

[T-tapi]

[Kamu bakal bisa langsung make sumpit secara tiba-tiba. Kamu bisa mencoba nya sebanyak yang kamu maun mulai sekarang, jadi taka pa untuk mempelajarinya secara perlahan.]

[Oke!]

Setelah selesai sarapan, kami memutuskan untuk bersiap-siap dan pergi ke isekai.

Aku memakai jaket denim dan celana jeans ku lagi, tapi Aya dan Elena mengenakan pakaian yang sama seperti kemarin.

[Kalian berdua gak ganti?]

[Yeah] [Yes!]

[klo begitu ayo kita beli baju di sisi lain]
[Yay!]

Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, aku menggenggam tangan Aya dan Elena –
[“Teleportation”!!]
Kami berteleport ke isekai.

***

Tujuan kami adalah air mancur persegi lagi. Aku lega itu adalah tempat kami pernah berteleport sebelumnya.

[“Woah! Jadi ini isekai~ Ah, di sana juga ada orang yang dengan telinga kucing”]

[Huh? Aku gak bisa mengerti perkataan Aya-san lagi.]

[“Huh? Aku tiba-tiba tidak bisa mengerti perkataan Elena-chan lagi”]

[Elena, berikan “Magic stone of temporary language acquisition” ke Aya.]
[Ah, itu dia!]

[“Apa ini, Elena-chan? Kamu memberikan aku ini?”]

Setelah Elena memberikan batu sihirnya ke Aya, tubuh Aya telah dipenuhi cahaya batu sihir.

[Bagimana?, apakah kamu mengerti yang aku katakan sekarang?]

[Ah, Aku mengerti sekarang. Mungkinkah itu kekuatan batu ini?]

[ya, ini dipanggil “Magic Stone of Temporary Language Acquisition”,
Ini Batu sihir yang bisa membuatmu menggunakan bahasa ditempat kamu berada.]
[wow]

[Kalo begitu mari kita pergi pakaian sekarang.]

[Oooh~!]

Belanja ditoko baju menghabiskan waktu sekitar sejam. Aku berpikir.. kenapa wanita sangat lambat dalam berbelanja……..

Lebih lagi, mereka menghabiskan lebih dari 1000 Aurum hanya untuk pakaian.
Bila sepotong roti kira-kia seharga 1 Aurum, jadi kurasa 1 Aurum bakal senilai 100 yen? Jadi dalam kata lain, jika kita conversi 1000 Aurum ke yen, maka…. 100.000 yen?! Sebenarnya berapa banyak pakaian yang mereka beli?!

Lebihlagi, mereka berdua keluar dengan pakaian mereka beli. Kupikir merka mengenakan pakaian yang sama, ternya berbeda warna. Mereka terlihat sedikit seperti saudara.

Selagi Elena dan Aya tengah gembira dengan pakaian baru mereka, kami pergi menuju Kuil Angin.

[Biaya perjalanan ke Kuil Angin adalah 4500 Aurum perorang]

[AP-PA?! jadi mereka menyerang dengan uang! Dan di atas itu, ini sangatlah mahal!!]

Tl note: w gak banyak komen, tapi buat yang baca harus komen klo gak mau mandul 999 turunan wkwk ☜(˚▽˚)☞

Post a Comment

4 Comments