Goingback Bahasa Indonesia chapter 17

Chapter 17 – Shopping and Shusi

Penerjemah : Kotalyan
 [Kyaa!]

Elena memeluku
Tl note: ( ͡° ͜ʖ ͡°)
[Elena, ini gapapa]
[Tapi, ini besar banget dan cepet, ak-aku takut sama itu…]
Tl note: ( ͡° ͜ʖ ͡°)

[Astaga, Elena-chan! Jangan peluk orang seperti onii-chan, peluk aja aku~]

[Itu adalah mobil, itu seperti kereta kuda]

[Kereta kuda? T-tapi di sana gak ada kuda.]

[Itu bergerak dengan mesin, jadi kuda tidak diperlukan.]

[Mesin?]

[Ya, coba perhatikan baik baik. Ada orang yang mengendarainya kan?]

[Ah, Memang ada orang yang mengendarainya mereka di dalam. Kyaa! Yang ini jauh lebih besar kali ini!]

[Itu bus. Kan kamu melihat orang mengendarai didalamnya kan?]
[Y-ya.T-tapi itu sangat menakutkan]
[Astaga, Elena-chan! Peluk aku~!]

Entah mengapa aku merasa letih.
Akhirnya, setelah menyebrangi jalan di depan stasiun, kami sampai di distrik belanja.

[Wow, di sana banyak sekali orang. Semuanya memiliki warna rambut dan mata yang sama. Apakah mereka kerabat anda!?]

[Hampir semua orang Jepang memiliki mata dan rambut berwarna hitam, jadi itu bukan berarti kami berkerabat.]
Meskipun Elena mencari-cari kesempatan untuk melihat ke orang-orang di sekitarnya…. Di waktu yang sama dia melihat.

Semua orang juga berusaha mencari-cari kesempatan  utnul melihat dia.
Meskipun Elena punya rambut blonde dan mata biru dia bisa bahasa Jepang dengan fasih karena “Magic Stone of Temporary Language Acquisition”. Itu akhirnya menjadi sangat mencolok dan menarik banyak perhatian dari segala arah.

Saat untuk Elena, kapanpun matanya bertemu dengan orang lain, dia menyapanya dengan senyuman dan sebuah anggukan.

Saat kita berjalan seperti itu untuk sementara, lautan manusia di jalan menjauh dari kami seakan akan kami Moses. Ini berakhir seperti sebuah parade merayakan kembali berjayanya kami.

|tlnote: Moses? ¯\(ツ)/¯ googling aja

Aya melakukan halnya sendiri, dia berakting seolah dia selebriti dan melambaikan tangannya keorang-orang dengan bahagia. Yang mereka perhatikan itu bukan kamu! Tau gak !
Kami sampai pada tujuan pertama kami, Toko serba 100 yen.

[Toko serba 100 Yen? Bukan Supermarket?]

[Kita juga akan pergi ke supermarket, kita disini hanya sebentar sebelum kesana..]

Elena hamper pingsan karena melihat banyak benda bagus di sekitar, melemparkan badai pertanyaan ( Apa ini? ) Padaku.

Kami membeli banyak barang seperti korek api, pena Bollpoint, kertas tulis, gelas, piring, sponge dan sebuah kantung plastik.
setelah selesai berbelanja di Toko Serba 100 yen kami pergi ke supermarket selanjutnya. Mata Elena berkilau melihat pemandangan banyaknya barang bagus di supermarket sambil kembali melemparkan badai pertanyaan kepadaku lagi. Entah bagaimana aku bisa melewatinya.

Aku memilih umtuk menstock ulang beberapa kentang segar, bawang segar, wortel, beacon, daging ayam, sosis, daging sapi, bubuk kare, tepung gandum, setabung kecil bawang putih, setabung kecil jahe, selada, telur, susu, mentega, yogurt, sereal, permen, dan seterusnya.

Imouto… jangan diam-diam meletakan coklat di keranjang! Yah, kita juga bakal membelinya.

Ednote : mungkin buat yang gatau imouto itu adik perempuan

Setelah selesai berbelanja di supermarket, aku langsung cepat-cepat memasukan semuanya ke dalam inventory ku saat orang-orang tidak melihat,Imoutoku mengucapkan sesuatu yang aneh.

[ Aku ingin makan Sushi]

[Ha? Kenapa kau tiba-tiba ingin makan Sushi?]

[Karena, sejak Elena-chan datang ke Jepang, dia harus mencoba makan Sushi!]

[Dan kebenarannya?]

[Karena aku ingin memakannya]

[Kamu-!]

[Sushi? Apa itu?]

[Lihat-! Elena-chan berkata dia ingin makan sushi juga !]

[Oh, baiklah.]

[Yay~!]

[Apakah tak apa untuk pergi kembali?]
[Yah, gimana lagi~]
[M-Maafkan Aku!]
Kenapa kamu minta maaf padaku?
[[Selamat datang]]
Elena sedikit terkejut karena Sambutan yang enerergik yang dilakukan pemilik toko, meskipun begitu Elena mengumpulkan banyak perhatian lagi.

Kami duduk di kursi “Family-size” di are paling dalam. Saat Elena melihat pada sushi yang melewati kami pada jalur berputar, matanya mulai terkagum.

|tlnote: (ᵔᴥᵔ) klo gak salah tu kaitenzushi. Coba di google
[Ini… Bagaimana?]
[Makanannya lewat seperti, jadi kau bisa mengambil apa yang kau suka dan memakannya]

Saat aku mengatakan hal tadi, Ayumi sudah menghabiskan tiga piring. K-kapan dia mengambilnya….

[Y-yang mana yang harus kuambil?]

Elena kebingungan dan kewalahan.
[Baiklah tunggu saja Elena, Aku akan memesan sesuatu untukmu.]

[O-okay]

[Permisi , bisakah kami pesan sushi tanpa wasabi untuk gadis ini?

[Ya tentu saja!]

Pada saat itu, Adikku menggunakan sumpitnya untuk mengambil piring kelimanya sushi bulu babi battleship ke mulutnya. I-Itu makanan termahal yang ada di menu toko ini! Karena kau tau aku yang membayar, kau membeli semua yang mahal di menu! Suatu hari aku akan mengenakkan kalung budak di leher mu!
|tlnote: ( ͡°( ͡° ͜ʖ( ͡° ͜ʖ ͡°)ʖ ͡°) ͡°)

Hm? Sumpit?

[Ah, itu mengingatkanku! Elena, kamu tahu gimana caranya menggunakan sumpit?]

[Sumpit? Aku gak tau]

[Apa yang harus kita lakukan?]

[Kalau begitu aku akan menanyakannya]
[Eh? Aya, Apa maksudmu dengan “ aku akan menanyakannya”?]

[Permisi~! Tolong beri gadis ini pisau dan garpu.]

[Idiot! Mana mungkin restoran sushi punya pisau dan garpu!]
[ Kami punya!]
[[Eh!]]
[Kami punya pisau dan garpu.]
[Te-terimakasih]
Restorang sushi juga punya pisau dan garpu, Aku tidak pernah tau.

<Authornote* sejujurnya aku gak tau mereka punya atau tidak>

|tlnote:What the hell?! Nie author! ̿'̿'\̵͇̿̿\З=( ͠° ͟ʖ ͡°)=Ε/̵͇̿̿/'̿̿ ̿ ̿ ̿ ̿ ̿
Setelah beberapa saat, sushi Elena keluar bersamaan dengan pisau dan garpu.

[Luar biasa! Itu sangat kecil dan imut, itu sangat indah, sangat sampai aku mau melihatnya selamanya.]

Elena sangat bersemangat dengan sushi special untuknya.

[Ayolah, selagi mereka membuatnya hanya untukmu, kamu harus berhenti bicara dan mulai makan]

[Okay!]

Ukuran sushinya sangat pas dengan garpu. Elena dengan lembut mengambil menggunakan pisau dan garpu, memasukkannya ke mulut imutnya.

[Iny’s wenak!!]

Melihat Elena memakan  Sushi kecilnya dengan penuh nikmat, aku dan Aya merasakan kehangatan dan perasaan lembut, tapi…sebelum aku mengetahuinya, semua orang di restoran melihat ke Elena yang makan dengan senyuman hangat.
Pada awalnya aku berpikir “kenapa bisa begini?”, tapi sepeertinya ini pilihan yang tepat membawa dia kesini. Sama juga untuk ke-egoisan adik perempuanku, mungkin aku harus mendengarnya sesekali~

|tlnote: selesai juga jangan lupa komen kalo dah baca c*k (ง°ل͜°)ง

Prev|TOC|Next

Post a Comment

1 Comments